Training motivasi calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional, Madura

Hotel di Sumenep

Saya diajak mas Ahmad Ruba’i, salah seoang anggota DPR Propinsi Jawa Timur, untuk memberikan training motivasi kepada pada caleg PAN se Madura.

Dari Jakarta saya naik Garuda ke Surabaya, dilanjutkan dengan jalan darat dari Surabaya menuju Sumenep, di ujung timur pulau Madura. Sumenep ternyata kotanya meskipun kecil, cukup ramai juga. Di Sumenep saya mengiap di Hotel Garuda, hotel kecil tapi bersih.

Mas Ruba'i membagikan sembako

Ini merupakan pengalaman pertama saya mengunjungi Pulau Garam tersebut. Kalau melihat rumah-rumahnya, kelihatannya penduduk Sumenep dan Pamekasan ekonominya cukup. Beda dengan Bangkalan. Yang surprise bagi saya, tenyata calegnya lebih bahyak perempuannya daripada laki-lakinya. Dan ternyata orang Madura manis-manis juga.

Pada hari Sabtu, sehari sebelum training saya ikut dalam acara pembagian sembako.

Training dilaksanakan di Hotel Utami, Sumenep.

Nah, waktu training dilaksanakan, banyak juga hal-hal yang biasa saya lakukan ternyata mendapat respons yang berbeda di Madura. Tapi meskipun demikian, para peserta sangat senang dengan training tersebut, dan saya menghabiskn waktu lebih dari satu jam untuk melayani mereka berfoto. Nggak apa-apa sih, seneng juga, lha wong manis-manis semua. Sampai sekarang mereka masih berkomunikasi dengan saya lewat SMS atau email. Ada lho ternyata yang pakai email di Sumenep.

Pulangnya, saya oleh mas Rubai dibawakan oleh-oleh sepasang batik sutra Madura yang sangat indah. Cocok dengan saya karena setiap hari kemana-mana saya selalu pakai batik. Makanya saya punya berjenis-jenis batik.

Berita dari Indo Pos ada di sini

Training motivasi calon-calon wisudawan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti

Pada waktu saya memberikan pelatihan Leadership kepada jajaran manajemen PT. Perumnas di Puncak, saya bertemu dengan Prof. Mutiara Panggabean.

Dari perkenlan tersebut dan setelah beliau menyaksikan training saya, kemudian beliau mengundang saya untuk memberikan training kepada mahasiswa-mahasiswanya yang akan wisuda. Beliau bilang “membernikan diri”, bahkan “setengah nekat”, karena takut nggak kuat mbayar honor saya. Saya sampaikan pada beliau, saya alhamdulillah punya penghasilan yang lebih dari cukup dari pekerjaan-pekerjaan saya di luar training plus jadi komisaris di beberapa perusahaan, termasuk perusahaan multinasional. Jadi saya bilang untuk mahasiswa nggak usah khawatir. Saya sampaikan juga, rutin setiap tahun saya mengisi acara orientasi mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan saya punya materi khusus untuk mereka yang saya sebut “We are the champions”, yaitu gado-gado racikan dengan dasar kecerdasan paripurna yang ditambah berbagai bumbu dai para maestro training dunia.

Maka jadilah saya memberikan taining setengah hari, yaitu mulai dari selesai Jumatan sampai pukul 18. Pesertanya sekitar 600an. Dan biasa namanya mahasiswa banyak yang ngak serius, ngobrol sendiri, atau malah tidur. api alhamdulillah berkat pengalaman lapangan setiap ospek yang melibatkan peserta sampai 1500 bahkan sampai 2000 seperti di Univesitas Kanjuruhan Malang atau Universitas Pancasila, jadi ya enteng-enteng saja mengatasi masalah tersebut. Intinya ya pakai ilmu-ilmu boleh NLP boleh lainnya, yang penting adalah bagaimana kita sebagai trainer bisa menyamakan frekuensi kita dengan mereka, terus pacing…pacing…pacing, nah lama-lama leading. Hasilnya samai akhir acara, nggak ada satupun mahasiswa yang meningalkan acara. Bahkan ada seorang mahasiswa yang confess, mau kencing saja ditahan, karena takut ada bagian yang hilang dari training saya.

Meskipun sifatnya amal, ternyata Tuhan Maha Adil. Ada beberapa peserta yang bekerja pada beberapa perusahaan besar yang mengenalkan saya pada bosnya, dan akhirnya jadi klien saya sampai sekarang.

Training “Kecerdasan paripurna” calon karyawan PT. Jamsostek

PT. Jamsostek ada;ah sa;ah satu klien saya. Sebetulnya dulu waktu saya masih menjadi Direktur Utama sebuah perusahaan konsultan IT, PT. Sendang Rekayasa, PT. Jamsostek juga sudah menjadi klien saya via perusahan tersebut, tetapi dalam bidang IT.

Saya dengan tim waktu itu melakukan rescue ketika menghadapi masalah komputasi tahun 2000 yang dikenal sebagai “millenium bug”. Kemudian saya juga menjadi konsultan implementasi Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT).

Tetapi dalam urusan ini saya nggak ceria dulu soal IT, tetapi training yang diminta oleh PT. Jamsostek untuk para calin karyawannya. Materi yang saya berikan adalah “Kecerdasan paripurna”, yang melatih empat kecerdasan manusia yaitu kecerdasan fisik (PQ), kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ), dan kecerdasan jiwa (SQ).

Mengingat banyaknya peserta dn supaya pelatihannya efektif, peserta dibagi menjadi 6 angkatan.

Peserta training Jamsostek lagi asyik menari

Mengingat ternyata setelah dua angkatan pimpinan Jamsostek melihat sendiri efektivitasnya, maka dibuat acara training mendadak yang pesertanya adalah para karyawan yang akan promosi menduduki jabatan eselon 1 di PT. Jamsostek.

Setiap selesai training, lagi-lagi saya menerima puluhan SMS yang memberikan apresiasi kepada saya. Semua SMS saya simpan. Selain itu smpai sekarang saya masih sering menerima SMS dari mereka berisi mulai dari “just to say hello” sampai yang curhat soal macem-macem. Wah, terpaksalah jadi psikolog gadungan, tapi ajaibnya koq ya manjur ya…

Training motivasi calon anggota legislatif PAN Sumatra Barat

Sumatra Barat adalah DPW pertama yang telah menyelesaikan pencalegan dininya dan pada tanggal 15 Juni 2008 DPW Sumbar mengadakan training motivasi pemenangan pemilu di Hotel Pangeran.

Training dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan juga dihadiri oleh Bendahara Umum PAN Asman Abnur. Dari Jakarta saya berangkat bersama mereka dengan Garuda yang paling pagi, yaitu depart pukul 06.00. Tetapi rupanya biar Garuda mahal, bisa delay juga, dan akhirnya baru pukul 07.15 berangkat.

Tiba di Padang kami dijemput oleh Ketua DPW PAN Sumbar, pak Asli Chaidir, dan karena sudh terlambat maka langsung ke hotel tempat acara.

Peserta sedang menikmati dihipnotis

Seteah Sekjen membuka dan memberi pengarahan, maka giliran saya manggung. Saya bawakan training saya berupa versi mini dari “We are the champions” yang dimodifikasi khusus untuk PAN. Meskipun menurut peserta trainingnya bagus banget (…gitu loh…), saya sendiri kurang puas. Sebetulnya saya sudah minta agar peserta lesehan atau kalau pakai kuri agak jarang-jarang, tetapi mungkin karena pesertanya mencapai 650an orang jadi ya terpaksa aak mepet-mepetan. Akibatnya banyak kegiatan permainan yang tidak dapat dilaksanakan. Walhasil, saya harus teriak-teriak terus-menerus selama 6 jam.adahal kalau ada permainan kan bisa istirahat teriaknya boo…

Malamnya ada berita duka, yaitu salah seorang anggota DPR Propinsi dari Fraksi PAN yang juga salah seorang Ketua DPD wafat. Maka meskipun capai kami kemudian melayat ke rumah duka di Solok bersama-sama Ketua DPW. Pulangnya mampir makan malam di jalan dan terus ke hotel, karena besoknya, Senin pagi-pagi saya harus sudah di Jakarta. Biasa tugas rutin yaitu ngajar.

Training Kader Madya Partai Amanat Nasional di Banda Aceh

Rapimwil dan LKAM DPW PAN NAD

Saya sudah mengunjungi 25 dari 33 propinsi di Indonesia dan hampir 260an kabupaten/kota dalam rangka seminar, training, maupun jalan-jalan. Nanggro Aceh Darussalam adalah propinsi yang kali ini baru pertama kali saya kunjungi.

Saya diundang oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional untuk memberikan satu sesi motivasi kepada peserta Latihan Kader Madya Partai Amanat Nasional, yang terdiri dari pengurus-pengurus DPW dan DPD-DPD di DPW NAD.

Rumah penduduk pasca tsunami

Di Bandara saya merasa sangat terhormat sekali karena dijemput oleh Ketua DPW PAN NAD yaitu pak Azwar Abubakar, yang dulu pernah jadi Wakil Gubernur Aceh. Oleh beliau saya diajak jalan-jalan dulu melihat Banda Aceh, terutama melihat-lihat daerah-daerah yang dulu terkena tsunami.

Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok

Saya juga diajak melihat-lihat kompleks perumahan resetlement korban tsunami. Ada satu kompleks yang menarik bagi saya sebagai Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Persahabatan Antarbangsa Indonesia Cina, yaitu kompleks yang diberi nama Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok.

Nah kalau saja semua bangsa di dunia ini bersahabat, maka damailah dunia ini, kata John Lennon.

Acara motivasi peserta latihan kader dilaksanakan mulai setelah shalat Isya’ sampai tengah malam. Materi yang saya bawakan adalah versi mini dari “We are the champions”. Pada acara kontemplasi, sebagian besar peserta menangis. Bahkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW NAD, Tun Azhari, sedikit terhanyut sampai agak histeris. Tapi di akhir acara ketika semangatnya semua sudah terbakar, teriakannya sangat menggelegar. Saya lihat kalau waktu itu saya teruskan dan peserta saya minta merobohkan pagar gedung DPR, bakal robohlah pagar tersebut, saking semangatnya mereka.

LKAM DPW NAD

Karena itu untuk menutup acara saya tenangkan kembali dengan proses meditasi dan relaksasi, sekaligus menanamkan jangkar ke bawah sadar mereka, yang akan mereka gunakan nanti waktu kampanye.

Malamnya saya diajak makan es krim yang enak banget di Banda Aceh sana oleh mbak Dewi Coriyati. Besok paginya saya dijamu sarapan oleh Ketua DPW Azwar Abubakar di rumah beliau. Banyak makanan yang enak-enak dan aneh-aneh. Tetapi karena saya harus buru-buru balik Jakarta karena besoknya saya harus ke Padang memberi training para caleg se Sumatra Barat maka nggak semua makanan dinikmati. Tun Azhari membelikan oleh-oleh untuk istri saya kain tenun Aceh warna hijau yang cantik sekali. Jadi kalau istri saya lagi pakai kain tersebut, saya jadi ingat Aceh kembali.

Training “Mengajar dengan kecerdasan hati dan spiritual” guru-guru di Bengkalis

Sabtu, 7 Juni 2008, saya berangkat dengan Garuda, seperti biasa buat nambah mileage saya, dari Jakarta ke Pekanbaru karena diundang oleh Pemda Bengkalis untuk memberikan training kepada guru-guru di Bengkalis. Bengkalis menjadi kota ke 262 dari 450an kabupaten/kota Indonesia yang telah saya kunjungi.

Suasana di ferry

Setelah mendarat di Pekanbaru, saya dijemput oleh staff dan kemudian menuju terminal ferry Pekanbaru. Perjalanan ke Bengkalis rupanya harus menggunakan kapal menyusuri Sungai Siak.

Saya tidak mengira kalau perjalanan dengan ferry ini cukup panjang juga, hampir 5 jam saya di ferry.

Sepanjang Sungai Siak

Sepanjang jalan, atau sepanjang sungai kali yah, menyusuri Sungai Siak yang berliku-liku dan membosankan. Untung penyakit lama saya yaitu nggak bisa tidur di kendaraan bergerak sudah hilang sejak saya memakai gelang magnetik bermerek Casio alias dikasih orang. Kadang-kadang saja terbangun dan melihat kanan-kiri hutan lebat. Jadi ingat filem-filem petualangan. Mungkin kayak gini ya asyiknya.

Hotel Panorama

Sesampai di Bengkalis saya langsung ke hotel Panorama. Hotelnya kecil saja, tapi memang Bengkalis meskipun kabupaten kaya tetapi karena letaknya di pulau terpencil maka ya kotanya kecil saja. Hampir nggak ada mobil di sana. Adanya ya motor dan becak.

Besok paginya pukul 07:00, sebelum acara training dimulai, saya diajak ke rumah Bupati Bengkalis, yaitu pak Syamsurizal. Rumah dinasnya wah…..megah banget. Pak Bupati nampaknya habis berolah-raga. Meskipun masih keringetan, pak Bupati menyambut kami dengan ramah. Kami bincang-bincang banyak hal, di antaranya anggaran pendidikan Kabupaten Bengkalis yang mencapai Rp. 400 milyar. Waaaahhh….banyak sekali untuk kota sekecil Bengkalis.

Rumah dinas Pak Bupati

Dari bincang-bincang tersebut, saya surprise juga dengan ide-ide pendidikan Pak Bupati yang tergolong revolusioner, misalnya dari SD harus sudah menguasai bahasa Inggris, soal-soal ulangan atau ujian tidak lagi pilihan ganda tetapi essay, anak-anak sekolah bebas seragam, dan lain-lain. Nggak heran, rupanya beliau sedang menyelesaikan program doktoralnya di Malaysia, pantesan pandangannya luas. Saya katakan kepada beliau dengan ide-ide besar dan dukungan keuangan yang tersedia pasti gampang kan terlaksana. Tetapi beliau mengluhkan kualitas SDM yang kurang mampu mengimplementasikan pikiran-pikiran besarnya. Buntut-buntutnya, beliau menawarkan saya agar sering-sering berkunjung ke Bengkalis dan berdiskusi dengan beliau, atau kalau mau sekalian diangat jadi konsultan karena beliau bercita-cita punya universitas. Sayangnya mengingat komitmen-komitmen saya yang seabrek-abrek saya terpaksa menolak tawaran beliau.

Peserta training

Dari kediaman pak Bupati kemudian pukul 09:00 kami menuju tempat training. Tempatnya lumayan bagus, pesertanya lumayan banyak juga sekitar 400an guru. Acara dibuka oleh pak Bupati yang memberi sambutan.

Acara training berjalan mulus, pesertanya sangat terlibat dan nggak malu-malu. Waktu acara kontemplasi banyak yang nangis tapi nggak sampai histeris.

Selesai training seperti ritual yang biasa, peserta banyak yang minta foto bareng. Yang membuat saya agak surprise adalah ketika beberapa di antara peserta yang minta foto mengatakan bahwa selama ini mereka belum pernah ketemu muka sama seorang profesor, biasanya profesor cuma kelihatan di TV saja.

Foto bersama panitia

Dari catatan saya, sertifikat “Mengajar dengan kecerdasan hati dan spiritual” yang saya tanda-tangani sejakF materi ini saya berikan sampai hari itu sudah mencapai 65.348 (enampuluh lima ribuan). Ternyata banyak juga ya, untung nggak sekaligus, dan untung karena pengabdian saya untuk guru jadi saya nggak jadi kaya raya harta karena program ini.

Tapi saya senang sekali dengan acara ini. Apalagi ternyata panitia dan oran-orang Bengkalis ramah-ramah. Sepulang dari Bengkalis saya mendapat puluhan SMS yang menyatakan terimakasih mereka dan mereka ingin lagi ada training semacam itu. Dan seperti biasa, ada juga satu-dua SMS yang nyeleneh, resiko jadi trainer lah.

Ratusan Peserta Ikuti Seminar Melatih Kecerdasan Spiritual

Rabu, 23 April 2008

MAJELIS Ta’lim (MT) Annisa Amanah bekerja sama dengan DPD PAN Kota Cirebon menggelar seminar dengan tema, “Sehat, Sukses dan Bahagia dengan Kecerdasan Spiritual”. Acara yang berlangsung Sabtu (5/4) di Hotel Kharisma itu menghadirkan pembicara Prof. Dr. ir. Marsudi Wahyu Kisworo.

Sekira dua ratus orang mengikuti acara tersebut. Acara juga dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal DPD PAN, Dra. Euis Fety Fatayaty, M.Si., Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Ir. Wawan Wanija, Ketua Majelis Ta’lim Annisa Amanah, Rachmawati dan tamu undangan lainnya.

Selain pengarahan tentang tema di atas, juga ada beberapa trik untuk melatih kecerdasan spiritual dari Prof. Marsudi dengan berbagai cara, baik senam, perenungan maupun bernyanyi dan menari.

“Dengan kita rutin melatih kecerdasan, tentunya keinginan meraih sehat, sukses dan bahagia dapat terwujud,” ungkap Prof Marsudi.

Sementara itu, Dra. Euis Fety Fatayaty, M.Si., mengaku, kegiatan ini dinilainya cukup bagus. Apalagi dengan kondisi saat ini yang tentunya dibutuhkan kecerdasan spiritual yang bagus.

“Tentunya dengan adanya pelaksanaan ESQ ini, diharapkan para peserta memiliki bekal atau kemampuan untuk melatih kecerdasan spiritual untuk dapat menjalani hidup ini dengan sukses,” ungkapnya.

Sementara itu, Ir. Wawan Wanija mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan dan penambahan ilmu masyarakat. Apalagi, melihat kondisi perkembangan masyarakat yang saat ini kerap menerima berbagai kesulitan.

“Dengan kegiatan ini tentunya akan ada bekal atau ilmu bagi masyarakat, sehingga mendapat kenyamanan kita. Berbagai cobaan akan mampu dihadapi dengan sabar dan mampu melepaskan diri dari cobaan tersebut,” ungkap Wawan.

Adhijaya/MD

Pelatihan kader-kader koperasi Jawa Timur

Spanduk

Ini adalah yang ke empat kalinya saya ke Bojonegoro. Dan seperi biasanya, saya menginap di guesthousenya Pemda yang berbentuk hotel.

Kali ini saya diundang oleh Dewan Koperasi Indonesia untuk memberikan pelatihan kader-kader koperasi. Pelatihannya terdiri dari dua bagian, yaitu indoor dan outbound. Nah, ceritanya saya kebaigian yang indoor.

Materi yang saya bawakan adalah “Jalan menuju sukses”, yang merupakan modifikasi dari kecerdasan paripurna, ditambah NLP dan NAC.

Kader-kader Koperasi

Pesertanya adalah kader-kader muda koperasi Jawa Timur. Semangat mereka luar biasa yang tidak saya temukan dalam pelatihan-pelatihan lainnya. mereka sangat antusias, aktif, dan partisipatif. Apalagi trainingnya lesehan, dan sound systemnya bagus. Wah, mantab pokoknya…

Yang menarik, di Bojonegoro saya ketemu lagi dengan teman saya waktu SMA di Madiun. Walhasil, malamnya saya diundang dalam pertemuan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bojonegoro. Topiknya, ya pergunjingan politik karena mau Pilkada Kabupaten Bojonegoro.

Training “Return on energy” bersama IntiPesan

Salah satu aktivitas saya sebagai trainer freelance adalah mengisi acara-acara training yang diselenggarakan oleh EO training. Salah satu EO yang biasa mengajak saya dalam acara mereka adalah Inti Pesan. Saya menjadi trainer di berbagai training yang mereka adakan.

Peserta training

Salah satu training yang mereka lakukan secara rutin adalah yang mereka sebut sebagai “Return on energy”, semacam gabungan antara motivasi, energy psychology, dan holistic intelligence. Nah saya kebagian sesi holistic intelligence dan motivasi, yang puncaknya diuji nyali dengan firewalk.

Training dilaksanakan di Hotel Cempaka selama 3 hari 2 malam, dan malam ke dua dilakukan firewalk.

Dalam melaksanakan firewalk tersebut, saya biasa bekerjasama dengan seorang firetender yang nggak ada duanya di Indonesia, karena yang bersangkutan adalah salah seorang anggota DPR RI. Hebat kan……

Istri lagi firewalk

Di acara “Return on energy” bulan April ini istri saya ikut-ikutan uji nyali, dan ternyata lulus juga. Walah, sekarang tambah pede dan tambah berani dia sama saya. Habis kata saya waktu itu kepada peserta “Kalau terhadap api saja anda tidak takut, maka tidak ada lagi di dunia ini benda atau makhluk yang perlu anda takuti”. Nah loo, sekarang jadi berani dia sama saya……