Kekuatan visualisasi: Training di bulan puasa

Tanggal 16 September saya diundang oleh pak Lalu Darmawan, Direktur Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Mataram dan Akademi Sekretaris Mataram untuk memberikan training motivasi “We are the champions” bagi mahasiswa baru. Waduh….awalnya bingung juga, soalnya pas lagi awal-awal puasa. Nggak kebayang gimana nanti teriak-teriak sehari penuh dalam keadaan puasa.

Bagi saya memang biasa makan sedikit, sehingga faktor lapar mungkin nggak terlalu masalah. Tetapi bagaimana dengan faktor haus, karena sehari penuh, dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 harus berteriak-teriak dengan keras yang biasanya diikuti dengan tenggorokan kering alias haus. Biasanya saja kalau trainings emacam ini paling tidak 5 botol Aqua ukuran sedang pasti habis untuk minum selama training. Tapi karena namanya motivator, ya nggak bolehlah menyerah, malu donk……….Maka saya sanggupi saja training tersebut.

Trainingnya diselenggarakan di ballroom Hotel Lombok Raya. Hotelnya cukup bagus, dengan sound system kualitas atas. Konon menurut pak Lalu Darmawan, sound system ini yang biasanya dipakai oleh para pejabat tinggi Jakarta dalam acara-acara mereka. Saya sempat diskusi dengan pemilik sound system tersebut pada malam hari sebelum acara training ketika beliau menginstall sound system tersebut. Weleh, ternyata memang beliaunya hobi banget soal sound system. Saya lihat peralatannya memang dari merek kelas atas yang harganya ratusan juta. Pantes bagus banget suaranya. Maka dengan peralatan yang begini bagus makin yakinlah biar berteriak-teriak dan berloncat-loncatan seharian nggak bakalan capek.

Waktu sahur saya lakukan ritual makan yang biasanya saya lakukan pada waktu makan biasa, yaitu dimulai dari makan buah-buahan. Setelah nunggu 30an menit baru makan, dimulai dulu dari berprotein, dan diakhiri dengan makanan berkarbohidrat.

Training diikuti oleh 600an mahasiswa baru. Karena mahasiswa dari Akademi Sekretaris Mataram juga ikut, maka ruangan jadi terasa segar. Wah, gawat deh…..bisa batal puasa kalau nggak kuat iman…he…he…he….

Tapi ternyata bukan masalah “nggak kuat iman” yang jadi masalah. Benar juga, sekitar 2 jam berteriak-teriak memberi motivasi, mulailah tenggorokan terasa kering sekali, soalnya bisasanya tiap jam pasti sebotol Aqua habis. Gawat nih, makin lama teriak, makin kering rasanya tenggorokan.

Maka diterapkanlah semua ajian yang selama ini dipelajari, terutama dari ilmu NLP, tepatnya jurus visualisasi.

Ketika peserta sedang sibuk dengan aktivitas, saya cari tempat agak mojok sedikit yang nggak kelihatan dari peserta (gengsi kan…..). Setelah relaksasi sebentar,  saya visualisasikan seolah-olah tenggorokan saya yang kering diguyur air (wah, batal nggak ya menurut syariah…meskipun hanya visualisasi). Alhamdulillah, sebentar saja rasa kering terbakar di tenggorokan hilang.

Berikutnya saya berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar saya dan saya perintahkan untuk menghilangkan rasa haus dan rasa kering di tenggorokan. Beberapa saat kemudian kelihatannya perintah ini dituruti sama pikiran bawah sadar saya, sehingga selama training sampai selesai pukul 16.00 tidak ada rasa haus apalagi lapar bin lemes sedikitpun, sehingga tetap bisa teriak “APA KABAR JUARA……….”……..”YESSSSSSS………”

Satu Tanggapan ke “Kekuatan visualisasi: Training di bulan puasa”


Tinggalkan Balasan