Seminar nasional Teknologi Informasi di Lombok Timur

Puncak acara Dies Mauludiyah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Syaikh Zainuddin NW Anjani di Lombok Timur adalah seminar nasional tentang pendidikan informatika. Saya diundang sebagai salah seorang panelis bersama-sama dengan pak Dadang Hermawan, Ketua STMIK dan STIKOM Bali.

Dari Jakarta saya naik, lagi-lagi Garuda, ke Mataram. Kalau dicari di Web sitenya Garuda kota ini tidak akan ditemukan, karena Garuda menyebutnya Ampenan.

DI bandara saya dijemput Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani sendiri, yaitu pak Mughni, yang S2nya dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sebelum berangkat ke Lombok Timur yang kira-kira 2 jam perjalanan, saya diajak makan plecingan. Wah…kebetulan, salah satu hobi saya kalau traveling adalah merasasakan makanan khas daerah tersebut. Jadi makanan-makanan yang bagi orang Jawa nggak terbayang untuk dimakan, pernah saya rasakan. Nanti saya akan cerita pengalaman saya makan tempoya, semacam trasi tapi terbuat dari duren, waktu ke Lahat. Yang nggak biasa bisa muntah-muntah karena baunya, tapi setelah saya coba, eh…enak juga, bahkan menurut saya masuk dalam kategori enak sekali.

Dalam acara tersebut saya sampaikan potret buram pendidikan tinggi kita. Dengan jumlah calon mahasiswa baru non PTN hanya 100 ribu, dan jumlah PTS hampir 2600an, maka rata-rata PTS di Indonesia hanya kebagian 40 mahasiswa baru saja.

Berita selengkapnya ada di sini

Training motivasi calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional, Madura

Hotel di Sumenep

Saya diajak mas Ahmad Ruba’i, salah seoang anggota DPR Propinsi Jawa Timur, untuk memberikan training motivasi kepada pada caleg PAN se Madura.

Dari Jakarta saya naik Garuda ke Surabaya, dilanjutkan dengan jalan darat dari Surabaya menuju Sumenep, di ujung timur pulau Madura. Sumenep ternyata kotanya meskipun kecil, cukup ramai juga. Di Sumenep saya mengiap di Hotel Garuda, hotel kecil tapi bersih.

Mas Ruba'i membagikan sembako

Ini merupakan pengalaman pertama saya mengunjungi Pulau Garam tersebut. Kalau melihat rumah-rumahnya, kelihatannya penduduk Sumenep dan Pamekasan ekonominya cukup. Beda dengan Bangkalan. Yang surprise bagi saya, tenyata calegnya lebih bahyak perempuannya daripada laki-lakinya. Dan ternyata orang Madura manis-manis juga.

Pada hari Sabtu, sehari sebelum training saya ikut dalam acara pembagian sembako.

Training dilaksanakan di Hotel Utami, Sumenep.

Nah, waktu training dilaksanakan, banyak juga hal-hal yang biasa saya lakukan ternyata mendapat respons yang berbeda di Madura. Tapi meskipun demikian, para peserta sangat senang dengan training tersebut, dan saya menghabiskn waktu lebih dari satu jam untuk melayani mereka berfoto. Nggak apa-apa sih, seneng juga, lha wong manis-manis semua. Sampai sekarang mereka masih berkomunikasi dengan saya lewat SMS atau email. Ada lho ternyata yang pakai email di Sumenep.

Pulangnya, saya oleh mas Rubai dibawakan oleh-oleh sepasang batik sutra Madura yang sangat indah. Cocok dengan saya karena setiap hari kemana-mana saya selalu pakai batik. Makanya saya punya berjenis-jenis batik.

Berita dari Indo Pos ada di sini

Training motivasi calon-calon wisudawan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti

Pada waktu saya memberikan pelatihan Leadership kepada jajaran manajemen PT. Perumnas di Puncak, saya bertemu dengan Prof. Mutiara Panggabean.

Dari perkenlan tersebut dan setelah beliau menyaksikan training saya, kemudian beliau mengundang saya untuk memberikan training kepada mahasiswa-mahasiswanya yang akan wisuda. Beliau bilang “membernikan diri”, bahkan “setengah nekat”, karena takut nggak kuat mbayar honor saya. Saya sampaikan pada beliau, saya alhamdulillah punya penghasilan yang lebih dari cukup dari pekerjaan-pekerjaan saya di luar training plus jadi komisaris di beberapa perusahaan, termasuk perusahaan multinasional. Jadi saya bilang untuk mahasiswa nggak usah khawatir. Saya sampaikan juga, rutin setiap tahun saya mengisi acara orientasi mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan saya punya materi khusus untuk mereka yang saya sebut “We are the champions”, yaitu gado-gado racikan dengan dasar kecerdasan paripurna yang ditambah berbagai bumbu dai para maestro training dunia.

Maka jadilah saya memberikan taining setengah hari, yaitu mulai dari selesai Jumatan sampai pukul 18. Pesertanya sekitar 600an. Dan biasa namanya mahasiswa banyak yang ngak serius, ngobrol sendiri, atau malah tidur. api alhamdulillah berkat pengalaman lapangan setiap ospek yang melibatkan peserta sampai 1500 bahkan sampai 2000 seperti di Univesitas Kanjuruhan Malang atau Universitas Pancasila, jadi ya enteng-enteng saja mengatasi masalah tersebut. Intinya ya pakai ilmu-ilmu boleh NLP boleh lainnya, yang penting adalah bagaimana kita sebagai trainer bisa menyamakan frekuensi kita dengan mereka, terus pacing…pacing…pacing, nah lama-lama leading. Hasilnya samai akhir acara, nggak ada satupun mahasiswa yang meningalkan acara. Bahkan ada seorang mahasiswa yang confess, mau kencing saja ditahan, karena takut ada bagian yang hilang dari training saya.

Meskipun sifatnya amal, ternyata Tuhan Maha Adil. Ada beberapa peserta yang bekerja pada beberapa perusahaan besar yang mengenalkan saya pada bosnya, dan akhirnya jadi klien saya sampai sekarang.

Training “Kecerdasan paripurna” calon karyawan PT. Jamsostek

PT. Jamsostek ada;ah sa;ah satu klien saya. Sebetulnya dulu waktu saya masih menjadi Direktur Utama sebuah perusahaan konsultan IT, PT. Sendang Rekayasa, PT. Jamsostek juga sudah menjadi klien saya via perusahan tersebut, tetapi dalam bidang IT.

Saya dengan tim waktu itu melakukan rescue ketika menghadapi masalah komputasi tahun 2000 yang dikenal sebagai “millenium bug”. Kemudian saya juga menjadi konsultan implementasi Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPT).

Tetapi dalam urusan ini saya nggak ceria dulu soal IT, tetapi training yang diminta oleh PT. Jamsostek untuk para calin karyawannya. Materi yang saya berikan adalah “Kecerdasan paripurna”, yang melatih empat kecerdasan manusia yaitu kecerdasan fisik (PQ), kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ), dan kecerdasan jiwa (SQ).

Mengingat banyaknya peserta dn supaya pelatihannya efektif, peserta dibagi menjadi 6 angkatan.

Peserta training Jamsostek lagi asyik menari

Mengingat ternyata setelah dua angkatan pimpinan Jamsostek melihat sendiri efektivitasnya, maka dibuat acara training mendadak yang pesertanya adalah para karyawan yang akan promosi menduduki jabatan eselon 1 di PT. Jamsostek.

Setiap selesai training, lagi-lagi saya menerima puluhan SMS yang memberikan apresiasi kepada saya. Semua SMS saya simpan. Selain itu smpai sekarang saya masih sering menerima SMS dari mereka berisi mulai dari “just to say hello” sampai yang curhat soal macem-macem. Wah, terpaksalah jadi psikolog gadungan, tapi ajaibnya koq ya manjur ya…

Training motivasi calon anggota legislatif PAN Sumatra Barat

Sumatra Barat adalah DPW pertama yang telah menyelesaikan pencalegan dininya dan pada tanggal 15 Juni 2008 DPW Sumbar mengadakan training motivasi pemenangan pemilu di Hotel Pangeran.

Training dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan juga dihadiri oleh Bendahara Umum PAN Asman Abnur. Dari Jakarta saya berangkat bersama mereka dengan Garuda yang paling pagi, yaitu depart pukul 06.00. Tetapi rupanya biar Garuda mahal, bisa delay juga, dan akhirnya baru pukul 07.15 berangkat.

Tiba di Padang kami dijemput oleh Ketua DPW PAN Sumbar, pak Asli Chaidir, dan karena sudh terlambat maka langsung ke hotel tempat acara.

Peserta sedang menikmati dihipnotis

Seteah Sekjen membuka dan memberi pengarahan, maka giliran saya manggung. Saya bawakan training saya berupa versi mini dari “We are the champions” yang dimodifikasi khusus untuk PAN. Meskipun menurut peserta trainingnya bagus banget (…gitu loh…), saya sendiri kurang puas. Sebetulnya saya sudah minta agar peserta lesehan atau kalau pakai kuri agak jarang-jarang, tetapi mungkin karena pesertanya mencapai 650an orang jadi ya terpaksa aak mepet-mepetan. Akibatnya banyak kegiatan permainan yang tidak dapat dilaksanakan. Walhasil, saya harus teriak-teriak terus-menerus selama 6 jam.adahal kalau ada permainan kan bisa istirahat teriaknya boo…

Malamnya ada berita duka, yaitu salah seorang anggota DPR Propinsi dari Fraksi PAN yang juga salah seorang Ketua DPD wafat. Maka meskipun capai kami kemudian melayat ke rumah duka di Solok bersama-sama Ketua DPW. Pulangnya mampir makan malam di jalan dan terus ke hotel, karena besoknya, Senin pagi-pagi saya harus sudah di Jakarta. Biasa tugas rutin yaitu ngajar.

Training Kader Madya Partai Amanat Nasional di Banda Aceh

Rapimwil dan LKAM DPW PAN NAD

Saya sudah mengunjungi 25 dari 33 propinsi di Indonesia dan hampir 260an kabupaten/kota dalam rangka seminar, training, maupun jalan-jalan. Nanggro Aceh Darussalam adalah propinsi yang kali ini baru pertama kali saya kunjungi.

Saya diundang oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional untuk memberikan satu sesi motivasi kepada peserta Latihan Kader Madya Partai Amanat Nasional, yang terdiri dari pengurus-pengurus DPW dan DPD-DPD di DPW NAD.

Rumah penduduk pasca tsunami

Di Bandara saya merasa sangat terhormat sekali karena dijemput oleh Ketua DPW PAN NAD yaitu pak Azwar Abubakar, yang dulu pernah jadi Wakil Gubernur Aceh. Oleh beliau saya diajak jalan-jalan dulu melihat Banda Aceh, terutama melihat-lihat daerah-daerah yang dulu terkena tsunami.

Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok

Saya juga diajak melihat-lihat kompleks perumahan resetlement korban tsunami. Ada satu kompleks yang menarik bagi saya sebagai Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Persahabatan Antarbangsa Indonesia Cina, yaitu kompleks yang diberi nama Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok.

Nah kalau saja semua bangsa di dunia ini bersahabat, maka damailah dunia ini, kata John Lennon.

Acara motivasi peserta latihan kader dilaksanakan mulai setelah shalat Isya’ sampai tengah malam. Materi yang saya bawakan adalah versi mini dari “We are the champions”. Pada acara kontemplasi, sebagian besar peserta menangis. Bahkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW NAD, Tun Azhari, sedikit terhanyut sampai agak histeris. Tapi di akhir acara ketika semangatnya semua sudah terbakar, teriakannya sangat menggelegar. Saya lihat kalau waktu itu saya teruskan dan peserta saya minta merobohkan pagar gedung DPR, bakal robohlah pagar tersebut, saking semangatnya mereka.

LKAM DPW NAD

Karena itu untuk menutup acara saya tenangkan kembali dengan proses meditasi dan relaksasi, sekaligus menanamkan jangkar ke bawah sadar mereka, yang akan mereka gunakan nanti waktu kampanye.

Malamnya saya diajak makan es krim yang enak banget di Banda Aceh sana oleh mbak Dewi Coriyati. Besok paginya saya dijamu sarapan oleh Ketua DPW Azwar Abubakar di rumah beliau. Banyak makanan yang enak-enak dan aneh-aneh. Tetapi karena saya harus buru-buru balik Jakarta karena besoknya saya harus ke Padang memberi training para caleg se Sumatra Barat maka nggak semua makanan dinikmati. Tun Azhari membelikan oleh-oleh untuk istri saya kain tenun Aceh warna hijau yang cantik sekali. Jadi kalau istri saya lagi pakai kain tersebut, saya jadi ingat Aceh kembali.

Pelatihan kader-kader koperasi Jawa Timur

Spanduk

Ini adalah yang ke empat kalinya saya ke Bojonegoro. Dan seperi biasanya, saya menginap di guesthousenya Pemda yang berbentuk hotel.

Kali ini saya diundang oleh Dewan Koperasi Indonesia untuk memberikan pelatihan kader-kader koperasi. Pelatihannya terdiri dari dua bagian, yaitu indoor dan outbound. Nah, ceritanya saya kebaigian yang indoor.

Materi yang saya bawakan adalah “Jalan menuju sukses”, yang merupakan modifikasi dari kecerdasan paripurna, ditambah NLP dan NAC.

Kader-kader Koperasi

Pesertanya adalah kader-kader muda koperasi Jawa Timur. Semangat mereka luar biasa yang tidak saya temukan dalam pelatihan-pelatihan lainnya. mereka sangat antusias, aktif, dan partisipatif. Apalagi trainingnya lesehan, dan sound systemnya bagus. Wah, mantab pokoknya…

Yang menarik, di Bojonegoro saya ketemu lagi dengan teman saya waktu SMA di Madiun. Walhasil, malamnya saya diundang dalam pertemuan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bojonegoro. Topiknya, ya pergunjingan politik karena mau Pilkada Kabupaten Bojonegoro.

Training “Return on energy” bersama IntiPesan

Salah satu aktivitas saya sebagai trainer freelance adalah mengisi acara-acara training yang diselenggarakan oleh EO training. Salah satu EO yang biasa mengajak saya dalam acara mereka adalah Inti Pesan. Saya menjadi trainer di berbagai training yang mereka adakan.

Peserta training

Salah satu training yang mereka lakukan secara rutin adalah yang mereka sebut sebagai “Return on energy”, semacam gabungan antara motivasi, energy psychology, dan holistic intelligence. Nah saya kebagian sesi holistic intelligence dan motivasi, yang puncaknya diuji nyali dengan firewalk.

Training dilaksanakan di Hotel Cempaka selama 3 hari 2 malam, dan malam ke dua dilakukan firewalk.

Dalam melaksanakan firewalk tersebut, saya biasa bekerjasama dengan seorang firetender yang nggak ada duanya di Indonesia, karena yang bersangkutan adalah salah seorang anggota DPR RI. Hebat kan……

Istri lagi firewalk

Di acara “Return on energy” bulan April ini istri saya ikut-ikutan uji nyali, dan ternyata lulus juga. Walah, sekarang tambah pede dan tambah berani dia sama saya. Habis kata saya waktu itu kepada peserta “Kalau terhadap api saja anda tidak takut, maka tidak ada lagi di dunia ini benda atau makhluk yang perlu anda takuti”. Nah loo, sekarang jadi berani dia sama saya……