Training motivasi calon anggota legislatif PAN Sumatra Barat

Sumatra Barat adalah DPW pertama yang telah menyelesaikan pencalegan dininya dan pada tanggal 15 Juni 2008 DPW Sumbar mengadakan training motivasi pemenangan pemilu di Hotel Pangeran.

Training dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan juga dihadiri oleh Bendahara Umum PAN Asman Abnur. Dari Jakarta saya berangkat bersama mereka dengan Garuda yang paling pagi, yaitu depart pukul 06.00. Tetapi rupanya biar Garuda mahal, bisa delay juga, dan akhirnya baru pukul 07.15 berangkat.

Tiba di Padang kami dijemput oleh Ketua DPW PAN Sumbar, pak Asli Chaidir, dan karena sudh terlambat maka langsung ke hotel tempat acara.

Peserta sedang menikmati dihipnotis

Seteah Sekjen membuka dan memberi pengarahan, maka giliran saya manggung. Saya bawakan training saya berupa versi mini dari “We are the champions” yang dimodifikasi khusus untuk PAN. Meskipun menurut peserta trainingnya bagus banget (…gitu loh…), saya sendiri kurang puas. Sebetulnya saya sudah minta agar peserta lesehan atau kalau pakai kuri agak jarang-jarang, tetapi mungkin karena pesertanya mencapai 650an orang jadi ya terpaksa aak mepet-mepetan. Akibatnya banyak kegiatan permainan yang tidak dapat dilaksanakan. Walhasil, saya harus teriak-teriak terus-menerus selama 6 jam.adahal kalau ada permainan kan bisa istirahat teriaknya boo…

Malamnya ada berita duka, yaitu salah seorang anggota DPR Propinsi dari Fraksi PAN yang juga salah seorang Ketua DPD wafat. Maka meskipun capai kami kemudian melayat ke rumah duka di Solok bersama-sama Ketua DPW. Pulangnya mampir makan malam di jalan dan terus ke hotel, karena besoknya, Senin pagi-pagi saya harus sudah di Jakarta. Biasa tugas rutin yaitu ngajar.

Training Kader Madya Partai Amanat Nasional di Banda Aceh

Rapimwil dan LKAM DPW PAN NAD

Saya sudah mengunjungi 25 dari 33 propinsi di Indonesia dan hampir 260an kabupaten/kota dalam rangka seminar, training, maupun jalan-jalan. Nanggro Aceh Darussalam adalah propinsi yang kali ini baru pertama kali saya kunjungi.

Saya diundang oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional untuk memberikan satu sesi motivasi kepada peserta Latihan Kader Madya Partai Amanat Nasional, yang terdiri dari pengurus-pengurus DPW dan DPD-DPD di DPW NAD.

Rumah penduduk pasca tsunami

Di Bandara saya merasa sangat terhormat sekali karena dijemput oleh Ketua DPW PAN NAD yaitu pak Azwar Abubakar, yang dulu pernah jadi Wakil Gubernur Aceh. Oleh beliau saya diajak jalan-jalan dulu melihat Banda Aceh, terutama melihat-lihat daerah-daerah yang dulu terkena tsunami.

Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok

Saya juga diajak melihat-lihat kompleks perumahan resetlement korban tsunami. Ada satu kompleks yang menarik bagi saya sebagai Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Persahabatan Antarbangsa Indonesia Cina, yaitu kompleks yang diberi nama Kampung Persahabatan Indonesia Tiongkok.

Nah kalau saja semua bangsa di dunia ini bersahabat, maka damailah dunia ini, kata John Lennon.

Acara motivasi peserta latihan kader dilaksanakan mulai setelah shalat Isya’ sampai tengah malam. Materi yang saya bawakan adalah versi mini dari “We are the champions”. Pada acara kontemplasi, sebagian besar peserta menangis. Bahkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW NAD, Tun Azhari, sedikit terhanyut sampai agak histeris. Tapi di akhir acara ketika semangatnya semua sudah terbakar, teriakannya sangat menggelegar. Saya lihat kalau waktu itu saya teruskan dan peserta saya minta merobohkan pagar gedung DPR, bakal robohlah pagar tersebut, saking semangatnya mereka.

LKAM DPW NAD

Karena itu untuk menutup acara saya tenangkan kembali dengan proses meditasi dan relaksasi, sekaligus menanamkan jangkar ke bawah sadar mereka, yang akan mereka gunakan nanti waktu kampanye.

Malamnya saya diajak makan es krim yang enak banget di Banda Aceh sana oleh mbak Dewi Coriyati. Besok paginya saya dijamu sarapan oleh Ketua DPW Azwar Abubakar di rumah beliau. Banyak makanan yang enak-enak dan aneh-aneh. Tetapi karena saya harus buru-buru balik Jakarta karena besoknya saya harus ke Padang memberi training para caleg se Sumatra Barat maka nggak semua makanan dinikmati. Tun Azhari membelikan oleh-oleh untuk istri saya kain tenun Aceh warna hijau yang cantik sekali. Jadi kalau istri saya lagi pakai kain tersebut, saya jadi ingat Aceh kembali.